Asbab Nuzul

Pengantar Memahami Asbab Nuzul

Dalam kajian ilmu al-Qur’an, asbab nuzul terkait erat dengan kedudukan al-Qur’an sebagai diskursus (discourse). Kita tentu ingat bahwa al-Qur’an tidak diterima oleh Muhammad secara sekaligus, tetapi secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Memang tidak semua ayat al-Qur’an memiliki “sabab” dalam bentuk peristiwa (haditsah) atau pertanyaan (su’al) sebagai faktor yang menyebabkan turunnya, akan tetapi patut dicermati di sini bahwa dalam sebuah proses pewahyuan al-Qur’an hingga sampai ke tangan Nabi Muhammad, pola komunikasi yang dijalin oleh Allah sebagai Sang Empunya Kalam benar-benar tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui sebuah konteks. Dengan demikian, fenomena asbab nuzul dalam proses pewahyuan al-Qur’an menjadi satu bukti bahwa ada proses dialogis yang terjadi sebagai pola komunikasi antara Allah dengan Nabi, sehingga ayat-ayat yang diturunkan benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat Arabia yang memerlukan pencerahan kala itu. Rekaman sejarah yang melatari turunnya sebuah ayat atau bisa dikatakan juga sebagai “living phenomenon” (fenomena hidup) yang mengiringi ayat al-Qur’an merupakan data yang sangat berguna untuk kepentingan tafsir, terutama ketika konteks menjadi elemen penting bagi terciptanya sebuah produk penafsiran yang memperhatikan setting sosio-historis dan tidak semata-mata bersifat arbitrer.

Materi Pokok dan Wawasan Tambahan
Penjelasan tentang Asbab al-nuzul dapat dilihat dalam beberapa literatur ulumul Qur’an berikut ini:

(1) Suyuti, al-Itqan, vol.1, hal. 29-35;

(2) Mabahis Subhi Salih hal. 127-163;

(3) Mabahis Manna’ Qattan hal. 75-96;

(4) Mafhumun Nass hal. 109-130,

(5) al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, vol. 1, 20-34.

Selain itu, contoh-contoh mengenai riwayat asbab nuzul dalam buku-buku hadis yang umum seperti Sahih Bukhari, buku-buku tafsir seperti Tafsir Ibn Jarir at Tabari, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir al-Maraghi, dll; atau dalam kitab-kitab hadis khusus yang mengumpulkan asbab nuzul ini seperti kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi dan Lubabun Nuqul fi Asbab Nuzul karya al-Suyuti.

Sedangkan bahan bacaan tambahan untul menambah wawasan yang lebih dengan perspektif interdisipliner dapat dilihat dalam link berikut:

http://en.wikipedia.org/wiki/Asbab_al-nuzul

Pernyataan tentang Pentingnya Asbab Nuzul


– قال الواحدي لا يمكن تفسير الآية دون الوقوف على قصتها وبيان نزولها
– وقال ابن دقيق العيد بيان سبب النزول طريق قوي في فهم معاني القرآن
– وقال ابن تيمية معرفة سبب النزول يعين على فهم الآية فإن العلم بالسبب يورث العلم بالمسب

2 Tanggapan to “Asbab Nuzul”

  1. munajat adisaputra Says:

    Ustd, selain di kitab al-itqon, ada di kitab apa lagi???
    yang mudah dicari dan di dapat….
    oya,,kalo bisa,, tlong dijelaskan lagi, soalnya kalo kita nyari trus kurang penjelasannyakan agak gimana gitu…

    syukron.

    • Anwar Syarifuddin Says:

      Tentang Asbabun Nuzul, selain dalam al-Itqan anda dapat melihat pembahasannya dalam literatur ulum al-Qur’an yang lain seperti: (1) Mabahis SUbhi Salih hal. 127-163; (2) Mabahis Manna’ Qattan hal. 75-96; (3) Mafhumun Nass hal. 109-130, (4) al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, vol. 1, 20-34.
      Anda juga dapat melihat contoh asbab nuzul dalam buku-buku hadis seperti Sahih Bukhari, buku-buku tafsir seperti Tafsir Ibn Jarir at Tabari, Ibn Katsir, tafsrir al-Maraghi, dll; atau dalam kitab-kitab hadis khusus yang mengumpulkan asbab nuzul ini seperti kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi dan Lubabun Nuqul fi Asbab Nuzul karya al-Suyuti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: