Klasifikasi Bidang Kajian Tafsir Hadis

Ruang lingkup bidang kajian Tafsir Hadis memberi keleluasaan mengenai pilihan-pilihan konsentrasi kajian yang secara spesifik menjadi disiplin keilmuan yang mandiri dengan kerangka paradigmatik masing-masing bidang ilmu yang juga telah sama-sama mapan. Dalam hal penelitian yang bisa dilakukan dalam bidang kajian Tafsir Hadis ini, paling tidak ada 4 kelompok besar yang bisa dibedakan:
(1) Kelompok kajian al-Qur’an dan Ulumul Qur’an,
(2) Kelompok kajian Tafsir dan Metode Penafsiran,
(3) Kelompok kajian Hadis dan ilmu Hadis,
(4) Kelompok kajian interdisipliner.

Dari keempat kelompok kajian yang termasuk dalam lingkup akademik penelitian bidang kajian Tafsir Hadis, masing-masing kelompok telah memiliki kerangka paradigmatik yang khas, meskipun tidak menutup dimungkinkannya penelitian yang menggunakan pendekatan multi-disipliner, yaitu dengan mengkombinasikan paradigma-paradigma keilmuan yang khas dan mandiri tadi yang digunakan secara bersama-sama dalam sebuah penelitian. Sebagai contoh, penelitian terhadap subyek kajian ‘tafsir bil ma’tsur’ mengharuskan penguasaan tentang paradigma keilmuan tafsir, kajian al-Qur’an dan ilmu-ilmu yang terkait di dalamnya, serta parameter penilaian yang secara standar berlaku dalam bidang ilmu hadis. Di sinilah urgensi penelitian multi-disipliner yang mengkombinasikan beragam paradigma keilmuan khas yang bernaung di dalam lingkup kajian Tafsir Hadis diperlukan.

Di samping itu, sejalan dengan kemajuan kajian Islam secara umum, maka penelitian bidang kajian Tafsir Hadis juga meniscayakan perlunya aneka ragam pendekatan yang berasal dari kerangka paradigma keilmuan non-Tafsir Hadis. Di sini, apa yang disebut dengan penelitian bidang kajian Tafsir Hadis melalui pendekatan interdisipliner diperlukan, seperti penelitian bidang kajian Tafsir Hadis yang menyertakan perangkat analisis ilmu filsafat, ilmu-ilmu sosial, kajian linguistik, ataupun beragam perspektif modern dan pasca-modern seperti teologi pembebasan, feminisme, dan lain-lain. Tujuan yang ingin dicapai dengan penyertaan kajian interdisipliner ini adalah untuk memberi ruang keterbukaan bagi kajian tentang al-Qur’an, tafsir, serta hadis dari beragam pendekatan dan konsep keilmuan modern, sehingga hasil-hasil kajian yang didapat bukan hanya temuan yang bersifat ‘apologi’ semata, tetapi merupakan kajian ilmiah yang memenuhi standar-standar intelektual modern.

Bagan berikut memberi gambaran tentang lingkup kajian Tafsir Hadis dan ragam pendekatan yang bisa dilakukan, baik melalui kajian yang bersifat multi-disiplin, atapun inter-disipliner.

Ruang Lingkup dan Ragam Pendekatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: