Bias Jender dalam Bahasa Arab

Diskusi

Salah satu kritik utama kelompok feminisme terhadap keberadaan bias jender dalam konsep-konsep ajaran Islam adalah lantaran Islam menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa rujukan utama. Bahasa ini memiliki bias jender, sehingga tidak pula mengherankan bila kemudian hal tersebut menularkan bias jender serupa terhadap konsep-konsep yang dilahirkan, apalagi didukung dengan proses kelahirannya yang juga berasal dari kultur Arabia yang seperti juga bahasanya mengenal bias jender.

Di sini, jelas ada keterkaitan erat antara bahasa dan bidaya sebuah masyarakat. Persoalannya, ketika Islam dilahirkan dalam konteks budaya dan bahasa Arab yang bias jender, maka sejauh mana peran peneliti muslim masa kini dalam menjelaskan persoalan ini agar didapatkan penjelasan dan penalaran serta kritik yang seimbang, terutama dalam melakukan penafsiran ulang atau sebut saja reinterpretasi terhadap konsep-konsep yang bias dalam pandangan kesetaraan jender, terlepas dari kuatnya kesan apologi dalam masalah ini.

Sebagai bahan bacaan tambahan, anda bisa membaca makalah saya yang berjudul “Bias Jender dalam bahasa Arab“. Di situ, tertuang beberapa persoalan yang memicu timbulnya kesan ketimpangan jender, baik dalam struktur bahasa Arab yang menjadi bahasa al-Qur’an, maupun juga beberapa konsep yang dilahirkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: