Sejarah Pemeliharaan al-Qur’an UQ/PA/1/2012

Pengertian
Makna Jam’
– Menghafalkan – jumma’ al-Qur’an = huffazh. Ada 7 huffazh yang terkenal:
• Abdullah b Mas’ud
• Salim b Ma’qal maula Abu Hudzaifa
• Mu’adz b Jabal
• Ubay b Ka’ab
• Zayd b Tsabit
• Abu Zayd b al-Sukun
• Abu Darda’
– Menuliskan – nabi memerintahkan para sahabatnya untuk menuliskan al-Qur’an sesaat setelah turun wahyu.
• Beberapa sahabat yang terkenal sebagai penulis wahyu:
– Ali
– Mu’awiya
– Ubay b Ka’ab
– Zayd b Tsabit
• Beberapa media yang digunakan: potongan tulang, daun-daunan, kayu, kulit biatang, batu, dll.

Masa Abu Bakr
• Latar belakang:
– 70 huffazh gugur pada saat perang Yamama (12 H).
– Umar Khawatir al-Qur’an akan hilang dengan meninggalnya huffazh tersebut.
– Al-Qur’an sudah dituliskan pada masa NAbi SAW, tetapi masih terserak-serak.
– Perlu dilakukan upaya pengumpulan tulisan-tulisan itu secara formal dalam sebuah mushaf.
• Abu Bakr kemudian memerintahkan proyek pengumpulan al-Qur’an sehingga terkmpul dalam sbeuah mushaf.
• Sebenarnya masih ada sahabat yang memegang mushaf pribadi, tetapi bebrbeda dalam hal tata urutan ayat dan surat, penghapusan ayat-ayat mansukh, dan kesepatakan terhadap persoalan tersebut.
• Penamaan al-Qur’an sebagai “mushaf” bermula pada periode pengumpulan al-Qur’an masa Abu Bakr ini.

Masa Utsman
• Latar belakang:
– Penaklukan Islam meluas,
– Qurra’ tersebar di berbagai kota,
– Penduduk sebuah kota mengambil bacaan al-Qur’an dari sahabat yang ada di sana,
– Ada perbedaan cara membaca (qiraat)
– Jika terjadi perang, maka kaum muslimin berkumpul, dan mengagungkan bacaan masing-masing,
– Mereka menganggap bahwa kesemua bacaan tersebut bersumber dari Nabi SAW,
– Tapi ada keraguan terhadap klaim sandaran bacaan dari Nabi ini, yang berujung pada pertikaian.
• Pada saat perang penaklukan Arminia dan Azerbaijan, Hudzayfa b al-Yaman menyaksikan pertikaian tentang bacaan ini, antara ahlu Syam dengan ahlu Iraq yang bahkan saling mengkafirkan.
• Persoalan ini terdengar oleh Utsman, sehingga ia memerintahkan upaya kodifikasi al-Qur’an berdasarkan dialek bahasa Quraisy, karena Nabi seorang Quraisy.
• Komite yang dibentuk Utsman terdiri dari:
– Zayd b Tsabit
– Abdullah b Zubayr
– Sa’id b al-Ash
– Abdurrahman b Harits b Hisyam
• Ada berapa naskah yang dihasilkan saat itu:
– Ada 7 Makkah, Syam, Basra, Kufa, Yaman, Bahrain, Madina
– Ada 4 saja: Iraqi, Syami, Misri, dan Mushaf Imam. Atau kekempatnya adalah Kufi, Basri, Syami, Mushaf Imam.
– Ada 5, kata Suyuti, ini pandangan yang paling masyhur.

Sumber: Manna’ Qattan, Mabahits fi Ulum al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: