Archive for the ‘04 Tugas UTS’ Category

Proposal Penelitian Mini MPTH 2016

13/04/2014

Dear Mahasiswa,

Judul/tema penelitian yang saya minta dipikirkan sejak awal perkuliahan sudah harus dirumuskan ke dalam proposal penelitian secara konkrit. Kesiapan anda mengajukan proposal ini akan berpengaruh terhadap praktek penelitian yang akan anda tempuh pada paruh akhir perkuliahan. Untuk itu, saya minta anda agar masing-masing sudah mengantongi judul/tema penelitian yang akan diusulkan, konsultasikan kepada saya mengenai kemungkinan bisa atau tidaknya, lalu rumuskan ke dalam sebuah proposal singkat 1-3 halaman saja yang berisi:

1. Judul Penelitian
2. Latar Belakang Permasalahan
3. Research Question (atau perumusan masalah)
4. Metodologi Penelitian, dengan menyebutkan (a) jenis penelitian dan (b) metode pembahasan. Jika memungkinkan (ada/direncanakan) disebutkan pula (c) pendekatan yang ingin dipakai, terutama untuk penelitian yang menggunakan pendekatan interdisipliner. Jika penelitiannya masih berada dalam disiplin TH, maka cukup disebutkan point (a) dan (b) saja.
5. Daftar Pustaka Sementara, yaitu sumber-sumber literatur yang akan dipakai untuk penelitian, baik berupa sumber primer, sekunder, maupun juga referensi lain seperti kamus, ensiklopedi, arsip, dan data-data lain yang relevan.

Proposal paling lambat diajukan pada 11 Mei 2016 pk. 23.59 WIB, sesuai kesepakatan dalam jadwal kuliah. Proposal dibuat dalam bentuk dokumen softcopy dikirim ke email saya: anwar.syarifuddin@uinjkt.ac.id

Segera setelah anda mengirimkan proposal, anda diminta memberitahukan melalui sms/WhatsApp/facebook/bbm untuk mendapatkan konfirmasi penerimaan. Pesan penerimaan dari saya penting untuk disimpan dan bisa ditunjukkan sebagai bukti komplain jika di kemudian hari nilai anda tidak muncul di AIS.

Pesan konfirmasi penerimaan juga perlu dicermati apakah proposal anda diterima sepenuhnya, sehingga anda bisa langsung melakukan penelitian, atau diterima dengan catatan, sehingga anda perlu melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum melaksanakan penelitian, atau bahkan ditolak dan diminta untuk membuat yang baru. Hal yang terakhir hanya akan terjadi bila terdapat unsur plagiasi.

Demikian harap diperhatikan. Pergunakan waktu anda dengan baik. Semakin cepat anda mengirimkan proposal dan mendapatkan konfirmasi penerimaan, semakin lebih banyak waktu yang anda dapat gunakan untuk melakukan praktek penelitiannya.

Selamat Bekerja.

Salam,

MAS

UTS MPTH

26/04/2010

Ujian Tengah Semester (UTS) dilakukan dengan menyetorkan sebuah disain peneilitian (dengan contoh terlampir) dan terdiri dari 1-3 halaman saja yang berisikan:

1. Judul Penelitian
2. Latar Belakang Permasalahan
3. Research Question (atau perumusan masalah)
4. Metodologi Penelitian,
dengan menyebutkan (a) jenis penelitian dan (b) metode pembahasan. Jika memungkinkan (ada/direncanakan) disebutkan pula (c) pendekatan yang ingin dipakai, terutama untuk penelitian yang menggunakan pendekatan interdisipliner. Jika penelitiannya masih berada dalam disiplin TH, maka cukup disebutkan point (a) dan (b) saja.
5. Daftar Pustaka Sementara, yaitu sumber-sumber literatur yang akan dipakai untuk penelitian, baik berupa sumber primer, sekunder, maupun juga referensi lain seperti kamus, ensiklopedi, arsip, dan data-data lain yang relevan.

Sehubungan dengan pemberitahuan yang dilakukan sejak masa awal perkuliahan tentang kewajiban setiap mahasiswa untuk mempersiapkan judul penelitian, serta kesiapan melakukan sebuah penelitian mini berdasarkan disain tersebut, maka besar harapan tugas UTS ini bisa diserahkan tepat waktu.

SELAMAT BEKERJA!!!

Contoh Proposal Penelitian MPTH

10/04/2010

Contoh Proposal Penelitian MPTH

Judul
Menimbang Otoritas Sufi dalam Menafsirkan al-Qur’an

Latar Belakang
Sebuah pertanyaan yang cukup mengejutkan diungkapkan oleh al-Suyutī dalam bukunya al-Itqān fī ulum al-Qur’ān, di mana ia menyatakan bahwa penjelasan yang dilakukan para Sufi terhadap al-Qur’an bukanlah suatu bentuk “tafsīr” (amma kalām al-sūfiyya fi al-Qur’ān fa laysa bi tafsīrin). Dalam bukunya, al-Suyuti juga membedakan antara tafsir dan ta’wīl sebagai dua metode penafsiran yang berbeda. Yang pertama dianggap sebagai metode penafsiran yang memiliki nilai formal, dianggap standar yang patut dilakukan dan terpuji, dan memiliki keunggulan karena menetapkan makna yang dikehendaki Tuhan sebagai penjelasan atas Kalam-Nya. Sementara metode ta’wīl dianggap sebagai aktivitas di luar prosedur formal, dinilai sebagai tindakan tercela, dan tidak bisa menetapkan satu makna. Signifikansi yang diambil dari sebuah ayat al-Qur’an melalui proses ta’wil tidak bersifat baku lantaran hal itu diambil dari makna “jauh” yang hanya bisa diterapkan karena ada konteks yang mendukungnya. Proses ta’wil inilah yang kebanyakan dilakukan oleh para sufi dalam memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat al-Qur’an.

Research Question
Apakah Sufi diperbolehkah, atau anggap saja memiliki otoritas, untuk menafsirkan al-Qur’ān?

Metodologi Penelitian
Pertanyaan tersebut akan diteliti melalui bentuk penelitian kepustakaan. Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan kritik kontekstual dan hermeneutika sekaligus. Yang pertama dilakukan untuk menimbang latar belakang yang mendasari munculnya pernyataan yang diungkapkan oleh al-Suyuti dan dipadukan dengan timbangan terhadap validitas penafsiran yang dilakukan sufi. Di sini, penilaian kritik dilakukan untuk mengukur sejauh mana pernyataan al-Suyuti memiliki relevansi bagi problematika penafsiran al-Qur’an dalam corak yang bernilai sufistik sejak masa klasik Islam sampai abad pertengahan, dan guna menguji apakan thesis suyuti masih bisa dipertahankan pada saat sekarang ini. Berangkat dari kritik sejarah tadi, pengujian lebih lanjut terhadap teori-teori penafsiran al-Qur’an akan dilakukan para sufi memerlukan pendekatan filsafat hermenutika, baik sebagai sebuah kajian terhadap problematika umum pemahaman manusia, maupun dalam maknanya yang terbatas sebagai ilmu yang membahas teori penafsiran kitab suci.

Daftar Pustaka Sementara
Abū Zayd, N.H. Hakadhā Takallama Ibn Arabī, Kairo: al-Hai’ah al-misriyya al-amma li al-kitāb, 2002.
Abu Zayd, Mafhūm al-nash, Kairo: matba’ah al-hayāt al-mishriyya li ‘ammāt al-kitāb, 1993.
Afifī, A.A. Malāmatiyya wa al-shūfiyya wa ahl al-futuwwa, Kairo : Dār ihyā’ al-kutub, 1945.
Bruns, Gerard L. Hermeneutics Ancients and Modern, New Haven: Yale University Press, 1992, h.134
Dhahabī, Muhammad Husein al-. Al-Tafsir wa al-mufassirun, Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsiyya, tt, 2 vol.
Ibn Manzhur, Lisan al-Arab, Kairo : Dār al-ma’ārif, tanpa tahun.
Ibn Shalāh, Taqiy al-Dīn. Fatāwā, Kairo: Idāra Thabā‘a al-Munīriyya, 1348 H.
Lane, E.W. An Arabic English Lexicon, Cambridge: 1984.
Robson, J. “Ibn Salāh” in The Encyclopaedia of Islam, Leiden: EJ Brill, CD ROM edition 2002, vol.iii, 927a.
Mahmūd, Abd al-Halīm. Manāhij al-Mufassirin, Kairo: Dār al-kitāb al-mishrī, 1978.
Subkī, Tabaqāt al-Syāfi’iyyah al-Kubrā, Kairo: Musthafā al-bāb al-halabī, tt.
Sulamī, Abu Abd al-Rahmān al-. Haqā’iq al-Tafsīr, Beirut: Dār al-kutub al-ilmiyya, 2002, 2 vols.
Suyuti, Jalaluddin. Al-Itqān fī Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār el-Fikr, 1979, 2 vol.
Syirbasi, Ahmad al-. Sejarah Tafsir al-Quran, Jakarta : Pustaka Firdaus, 1985.
Taftazānī, Sa‘d al-Dīn al-. Sharh al-Aqā’id al-Nasafiyya, Damaskus: Wizārat al-Tsaqāfa wa irshād al-qawm, 1974.
Tustarī, Sahl b. Abd Allāh al-. Tafsir al-Qur’ān al-Azhīm, Kairo: Dār al-kutub al-‘aabiyya al-kubrā, 1911.